Pengertian Jaringan Meristem

Bantuin Share Yuk!

Mempelajari kehidupan tumbuhan memang seolah-olah tidak ada habisnya. Tumbuhan disekitar manusia memiliki banyak jenis dan banyak bagian yang memiliki namanya masing-masing. Tidak hanya itu, lebih dalam lagi terdapat jaringan pada tumbuhan yang disebut dengan jaringan meristem. Untuk lebih jelasnya, anda harus mengetahui tentang pengertian jaringan meristem tersebut.

Pengertian Jaringan Meristem
Pengertian Jaringan Meristem

Seperti yang anda ketahui, tumbuhan sebagai salah satu makhluk hidup multiseluler memiliki banyak sel yang berkaitan. Disebutkan terdapat zat perekat antar sel yang menyebabkan banyak sel tersebut dapat berkaitan dengan baik. Ha, jaringan tumbuhan merupakan salah satu dari tipe sel yang membentuk kelompok sel pada tumbuhan.

Pengertian Jaringan Meristem Berdasarkan Asal-usulnya

1. Jaringan promeristem

Pengelompokan jaringan dapat dilihat dari asal-usulnya maupun letak jaringannya. Salah satu jaringan berdasarkan letaknya dapat anda lihat pada pengertian jaringan meristem apikal, yaitu jaringan yang terdapat di ujung. Pada pembahasan kali ini anda akan dikenalkan pada jaringan promeristem, yaitu nama jaringan yang dibedakan berdasarkan asal-usulnya.

Jaringan promeristem ini merupakan jaringan yang terdapat ketika tumbuhan masih berada di tahap embrio. Contoh terdekat adalah pada embrio biji tumbuhan. Biji pada tumbuhan memiliki bagiannya masing-masing ketika dilihat lebih dekat lagi. Secara umum, bagian dari embrio biji tumbuhan adalah radikula, kotiledon dan kaulikulus.

Secara khusus, terdapat bagian yang terletak di bawah pangkal yang juga melekat pada kotiledon, bagian tersebut dinamakan hipokotil. Jika diperhatikan, hipokotil dapat diteruskan dan di bagian ujung terdapat bagian yang disebut radikula. Epikotil juga dapat anda temukan di bagian atas pangkal dengan bagian ujungnya disebut dengan plumula.

2. Jaringan meristem primer

Jaringan yang kedua disebut dengan jaringan meristem primer. Pengertian jaringan meristem primer dapat dikatakan sebagai perkembangan yang terjadi setelah perkembangan embrio. Embrio terus berkembang dan akan membentuk jaringan meristem primer tersebut. Contoh dari jaringan primer ini adalah yang terdapat pada ujung akar dan ujung batang.

Tahukah anda mengapa batang pada tanaman dapat terus bertumbuh sehingga membuat tanaman semakin tinggi? Jawabannya adalah karena di dalam ujung batang tersebut terdapat kegiatan yang dilakukan oleh jaringan meristem primer. Hal tersebut juga berlaku pada ujung akar, semakin besar pertumbuhan tanaman, maka akarnya tentu akan semakin memanjang.

3. Jaringan meristem sekunder

Nama jaringan yang terakhir adalah jaringan meristem sekunder. Secara ringkas, pengertian jaringan meristem sekunder adalah jaringan yang asal-usulnya adalah dari jaringan dewasa yang kemudian melakukan perubahan menjadi meristematis. Jaringan yang satu ini memiliki banyak sel di dalamnya, sel tersebut berbentuk prisma atau pipih dengan terdapat vakuola di bagian tengah.

Setelah mengetahui pengertian dari jaringan meristem sekunder, anda juga bisa mengetahui contoh jaringan ini yang terdapat pada kambium dan kambius gabus. Tentu anda tahu bahwa kambium biasa adalah kambium yang dibedakan menjadi dua yaitu kambium vasikuler dan kambium intervasikuler. Kedua kambium vasikuler dan intervasikuler kemudian membentuk lingkaran yang disebut lingkaran vaskuler.

Adapun kambium tersebut ditemukan pada kebanyakan batang dan akar tumbuhan dikotil, dan beberapa tumbuhan monokotil. Pada tumbuhan monokotil, anda bisa temukan pada tumbuhan seperti jucca, aloe, agave dan draceana. Sedangkan untuk kambium gabus, anda dapat temukan pada kulit batang tumbuhan yang juga bisa membentuk jaringan gabus. Jaringan tersebut sulit dilewati air.

Demikian adalah pengertian jaringan meristem yang dibedakan berdasarkan asal-usulnya. Semua jaringan meristem di atas memiliki fungsinya masing-masng dan menjadi bagian dari tumbuhan yang penting untuk membantu kelangsungan hidupnya.

Baca artikel lainnya yang berkaitan :
Kultur Jaringan Tumbuhan adalah suatu metode yang berfungsi untuk mengisolasi bagian dari tanaman seperti dari sekelompok sel atau jaringan yang ditumbuhkan dengan kondisi aseptik, sehingga bagian dari tanaman tersebut bisa…


Bantuin Share Yuk!

Leave a Comment