Struktur Xilem dan Floem

Bantuin Share Yuk!

Jaringan pengangkut dapat disebut juga sebagai alat tubuh yang terdapat pada tumbuhan. jaringan pengangkut atau yang dapat disebut sebagai pembuluh ini terdiri dari dua, yaitu xilem dan floem. Kedua jaringan pengangkut ini berfungsi sebagai pengangkut yang menyebarkan hasil asimilasi daun maupun hasil fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan.

Struktur Xilem dan Floem
Struktur Xilem dan Floem

Xilem dapat disebut sebagai pembuluh kayu yang berfungsi untuk mengirimkan mineral yang diperoleh dari akar tumbuhan ke daun. Sedangkan floem atau yang disebut sebagai pembuluh tapis berfungsi untuk mengantar hasil fotosintesis dari daun yang disebarkan ke seluruh tubuh tanaman. Kedua jaringan ini memilik struktur dan fungsi yang berbeda lho. Ingin tahu? Simak penjelasannya di bawah ini!

Apa perbedaan struktur dan fungsi xilem dan floem?

#Struktur :
– Xilem : Terbuat dari sel yang sudah mati. Dinding xilem terbuat dari lignin yang memiliki ukuran tipis.
Sifat membrane sel pada xilem ini selektif permeable, artinya : hanya bisa dilewati oleh molekul sitoplasma.
Jaringan xilem tidak memiliki sitoplasma.
Jarngan yang menyertai xilem yaitu jaringan serabut.
Bentuk xilem yaitu berbentuk bundar dengan ukuran yang besar.

– Floem : Terbuat dari sel yang masih hidup. Dinding floem terbuat dari selulosa yang memiliki ukuran tebal.
Sifat membrane sel pada floem ini permeable yang artinya bisa dilewati gas dan juga air dan memiliki sitoplasma.
Jaringan yang menyertai floem yaitu jaringan pengiring.
Bentuk floem yaitu berukuran kecil dan mengelilinge xilem.

#Fungsi
– Floem : Mengangkut zat hasil fotosintesis yang berupa nutrisi makanan yang dibawa dari daun ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Sifat aliran dari floem yaitu ke atas dan ke bawah.

-Xilem : Mengangkut bahan yang dibutuhkan untuk fotosintesis berupa air juga mineral dari bagian akar hingga ke daun. Sifat aliran dari xilem yaitu bergerak ke bagian atas tumbuhan.

Perbedaan Struktur Xilem Dan Floem

Xilem dan floem sebagai pembuluh atau jaringan pengangkut tentu memiliki struktur yang berbeda satu sama lain. Adapun perbedaan keduanya dapat terlihat dari sel-sel yang mendasari terbentuknya xilem dan floem tersebut. Perbedaan antara struktur xilem dan floem akan dijelaskan lebih lengkap di bawah ini.

1. Struktur Xilem

Xilem tersusun dari jaringan sel yang telah mati. Selain itu, beberapa sel lain yang terkandung di dalamnya dapat membuat xilem bekerja dengan baik sesuai dengan fungsinya. Adapun struktur yang melekat pada xilem ada 3, yaitu trakeal, serat xilem, dan parenkim xilem.

Trakeal memiliki tekstur yang memanjang, memiliki kandungan protoplas yang bersifat mati, serta memiliki jenis noktah. Trakeal ini berfungsi sebagai pengangkut air yang di dalamnya terdapat larutan air. Adapun unsur dari trakeal ini terdiri dari dua jenis, yaitu trakea dan trakeida.

Serat xilem ini merupakan struktur penyusun xilem yang memiliki tekstur panjang. Xilem ini sel ini memiliki dinding sekunder yang mengandung lignin. Adapun serat xilem ini dibagi menjadi dua, serat trakeid dan serat libriform.

Ketiga adalah parenkim xilem, sel ini merupakan kumpulan sel-sel hidup yang memiliki dua jenis, yaitu xilem primer dan xilem sekunder. keduanya memiliki fungsi yang berbeda pula sebagai penunjang dari xilem sebagai jaringan pengangkut.

2. Struktur Floem

Floem juga memiliki struktur dengan 5 bagian, yaitu unsur tapis, sel pengiring, sel albumin, serat floem, dan parenkim. Penjelasan tentang lima susunan yang terdapat pada floem tersebut akan dijelaskan secara rinci disini.

Unsur tapis merupakan daerah tapis yang merupakan tempat dilaluinya sel-sel tapis yang berbentuk panjang dengan ujung yang meruncing. Daerah tapis ini berpori dan dilalui oleh jaringan yang merupakan komponen dari bulu tapis.

Struktur floem yang kedua yaitu sel pengiring. Sel pengiring merupakan deretan yang memiliki tekstur yang sama dengan sel parenkim karena memiliki sifat yang sama-sama hidup. Sel ini berfungsi sebagai alat keluar dan masuknya makanan.

Selanjutnya sel albumin, sel ini merupakan sel yang memiliki fungsi yang sama dengan sel pengiring. Sel ini memiliki kandungan zat putih telur yang memiliki posisi yang dekat dengan sel tapis.

Serat floem merupakan struktur yang melekat pada floem dan memiliki dua jenis, yaitu primer dan sekunder. Terakhir adalah parenkim floem, merupakan jaringan yang terletak di buluh tapis dan bersifat sebagai penyimpanan.

Perbedaan struktur xilem dan floem di atas tentu memberikan perbedaan fungsi pula. Meskipun sama-sama jaringan pengangkut, namun keduanya memiliki tugas yang berbeda pula. Dalam hal ini, Anda dapat mengetahui perbedaannya melalui struktur penyusun dari xilem dan floem tersebut.

Baca artikel lainnya yang berkaitan :


Bantuin Share Yuk!

Leave a Comment